Fakta Seputar Mitos Emas Putih yang Harus Diketahui Supaya Tak Ragu Membelinya

Salah satu jenis logam mulia yang difavoritkan semua orang adalah emas. Selain untuk investasi dalam bentuk emas batangan, perhiasaan dari emas juga selalu menjadi pilihan saat mencari cincin kawin, cincin tunangan, gelang, kalung, ataupun liontin.

Jenis emas kuning masih difavoritkan banyak orang. Namun, belakangan ini emas putih juga semakin populer berkat keindahannya, apalagi jika dikombinasikan dengan berlian. Berbicara mengenai emas putih, meski menawarkan keindahan namun masih banyak orang yang ragu untuk membeli jenis perhiasaan ini karena dianggap tidak lebih berharga dari emas kuning.

Selain itu, masih banyak juga orang yang masih percaya dengan mitos seputar emas putih, padahal tidak semuanya benar. Berikut dibawah ini fakta fakta seputar mitos emas putih yang harus Anda ketahui supaya tidak ragu lagi membeli perhiasaan dari emas putih :

1. Emas Putih = Platina atau Platinum

Mitos yang mengatakan kalau emas putih sama dengan platina atau platinum tidaklah benar. Pasalnya, emas putih dan platina atau platinum adalah dua jenis logam yang berbeda. Platina adalah logam murni yang memiliki warna putih keabu-abuan alami. Platina terdiri dari 95 % platin murni dan sisanya merupakan campuran logam lain.

Sementara emas putih adalah emas kuning yang dicampur beberapa logam berwarna putih, misalnya perak, nikel, ataupun palladium sehingga menghasilkan logam putih berkilau. Setelah itu, emas putih dilapisi rhodium supaya warna putih dan kilaunya bertahan lama.

2. Emas Putih Bisa Pudar

Mitos yang mengatakan kalau emas putih itu bisa pudar, tidak sepenuhnya salah. Pasalnya emas putih memang bisa pudar jika dipakai dalam waktu lama tanpa perawatan. Lapisan rhodium pada emas putih selain membuatnya lebih tahan lama daripada emas kuning, namun juga membuatnya lebih berkilau. Namun rhodium bisa pudar seiring lamanya waktu pemakaian yang menyebabkan kilau perhiasaan emas putih jadi berkurang.

Tapi Anda jangan berpikir jika emas putih yang pudar rhodiumnya itu akan berubah warnanya menjadi kuning, karena hanya akan berubah menjadi agak pucat saja. Tenang, untuk tetap mempertahankan keindahan kilaunya Anda bisa melapisi perhiasaan emas putih Anda dengan rhodium beberapa tahun sekali.

3. Emas Putih Tidak Berkualitas

Pendapat yang mengatakan jika emas putih tidak berkualitas hanya mitos dan tidak benar sama sekali. Emas putih sama seperti emas kuning ataupun rose gold yang memiliki kualitas yang bisa disejajarkan dengan logam mulia lainnya. Emas putih yang biasanya dipakai untuk membuat perhiasaan memiliki kadar 750 atau 18 karat yang merupakan kadar paling tinggi untuk emas putih.

Selain itu, perhiasaan emas putih juga sangat pas dipadukan dengan berlian karena emas 18 karat adalah jenis yang paling kuat sebagai pengikat berlian, sehingga batu berlian yang ada pada perhiasaan cincin, anting, kalung, maupun liontin tidak akan mudah lepas. Selain itu juga, kilau emas putih yang menawan akan membuat berlian tampak lebih bersinar.

Perhiasaan emas putih saat ini semakin banyak peminatnya, terutama untuk cincin tunangan, cincin kawin, hingga liontin dengan berlian yang semakin menambah kilaunya. Emas putih memang menjadi salah satu bahan yang kerap digunakan dalam pembuatan liontin huruf. Sebab, emas putih memiliki banyak kelebihan yang bahkan beberapa kelebihan yang dimilikinya tidak terdapat pada jenis logam lainnya. Jika Anda ingin membeli emas putih dengan berlian asli, pastikan memilih emas putih 18 karat dan berlian asli !

Leave a Comment

Your email address will not be published.